-
-
Tags: aplikasi gis, arkeologi lansekap
-
Tags: arkeologi karstik
-
| author: jse yuwono – arkeologi ugm |
Globalisasi, satu istilah yang semakin mengemuka akhir-akhir ini, sebenarnya bukan gejala baru. Saat arkeologi mulai mengembangkan paradigma keruangannya, yang bukan sekedar pada tingkat situs (site) melainkan lebih berkiblat ke skala kawasan ( region), benih-benih globalisasi kian tampak. Melalui beberapa mekanismenya, yaitu migrasi dan interaksi antar situs, arus globalisasi pada tingkat budaya tertua (Prasejarah) dicoba dirunut. Dalam upaya inilah kondisi paleogeografi suatu kawasan menjadi panduan yang dirasa tepat untuk mendelineasi lokasi-lokasi kunci yang pernah menduduki peran penting sebagai mata rantai keberlangsungan relasi antar situs. Dipilihnya Pegunungan Selatan Jawa dalam tulisan ini antara lain didasarkan atas keunikan kondisi geografisnya, di samping tingginya densitas dan diversitas situs arkeologi yang dikandungnya.Dari manakah para pemukim Pegunungan Selatan Jawa berasal? Jalur manakah yang memungkinkan berlangsungnya proses penghunian kawasan Pegunungan Selatan Jawa? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini sekaligus menguak hubungan paleogeografis antara Punggungan Kendeng di sebelah utara dan Pegunungan Selatan Jawa. Dan wilayah sekitar Gunung Lawu dan Gunung Wilis adalah matarantai yang perlu dijadikan prioritas pembuktian [jse yuwono].
Tags: arkeologi lansekap
-
| author: jse yuwono – arkeologi ugm |
Perkembangan Sistem Informasi Geografis (SIG) akhir-akhir ini telah berimbas pada kepentingan arkeologi, baik di tingkat pendugaan dan eksplorasi situs, presentasi distribusi situs, beragam jenis analisis dan pemodelan spasial, hingga ke tingkat pengelolaan sumberdaya arkeologi (PSA) khususnya untuk pengambilan keputusan. Di sisi kajian arkeologi, tuntutan dan tugas berat ke depan, adalah bagaimana disiplin ini mampu mengakses, mengolah dan menstrukturkan, menyajikan, dan meng-update terus-menerus semua informasi geo-kultural dalam dimensi bentuk, waktu, dan ruang yang semakin tak terbatas kompleksitasnya. Semua bentuk informasi geo-kultural beserta dinamikanya, yang menjadi substansi dari suatu kondisi lansekap, menuntut arkeologi untuk “berkiprah” dalam berbagai skala kajian secara multidisipliner. Keberadaan basisdata lansekap yang komprehensif dan terstruktur, serta kemampuan menganalisis dan mengevaluasi bentuk-bentuk inter-relasi antar fenomena geosfera, adalah modal bagi keberhasilan kajian ini [jse yuwono].Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis (SIG) , Arkeologi Lansekap
Unduh di sini: ywn_sig & lansekap_2007
Tags: aplikasi gis, arkeologi lansekap







Recent Comments